Sukacita Natal yang Sejati
Natal tinggal beberapa hari lagi, lagu-lagu Natal telah terdengar di setiap lingkungan rumah kami tak ketinggalan bunyi dentuman petasan. Renungan Harian Kristen kali ini bertemakan Natal yakni "Sukacita Natal yang Sejati" Salah satu kenangan favorit saya tentang Natal ketika remaja adalah menyaksikan kemurahan hati ayahku kemana pun ia pergi. Terlahir Sebagai satu-satunya anak laki-laki di keluarga, ayah saya tidak punya banyak waktu untuk mengisi hidupnya dengan bermain layaknya anak-anak yang lain karena keluarganya yang kurang mampu. Waktunya diisi dengan membantu orang tua. Masa kecilnya tidak terlalu menyenangkan, tapi dia tampaknya bertekad untuk berbagi sebanyak apa yang dia bisa di kemudian hari kelak jika dia menjadi orang yang "berada". Sebagai seorang anak miskin yang tumbuh selama masa Depresi, ayah saya memiliki empati untuk orang miskin dan dorongan untuk membantu orang lain. Orang-orang tampaknya merasakan juga. Saya tidak bisa mengatakan berapa k...