First Love

Minggu, 02 Mei 2010 0 comments
“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” (Efesus 5:18)


 Salah satu kebutuhan dasar manusia secara psikologis adalah cinta. Cinta sangatlah luas misalnya cinta kepada Tuhan, sesama, pelayanan, sekolah/kuliah, pekerjaan, hobi atau benda – benda lain yang dianggap berharga. Di usia tertentu biasanya ketika menginjak masa remaja atau yang lebih dikenal dengan istilah masa puber seseorang akan mengalami cinta pertama atau ‘First Love’ kepada lawan jenisnya.
Cinta pertama adalah cinta paling murni dalam sejarah perjalanan percintaan lelaki dan perempuan yaitu saat kita jatuh cinta pertama kali pada seseorang, bayangan kita tentang cinta sangatlah indah dan mulia. yang cute dan innocent, Lembut, polos, kekanakan dan menggemaskan Kalau kita mencintai seseorang, kita cenderung memberikan sesuatu yang khusus sebagai tanda kita mencintainya, entah itu berupa barang, waktu atau apapun bentuknya. 

Bahkan  bila kita  benar-benar mencintai seseorang, kita tidak dapat menemukan alasan mengapa. Kita hanya tahu bahwa tak peduli kapan dan di mana, suasana hati yang baik atau buruk, yang kita  inginkan  agar orang ini selalu bersama kita. Apakah kamu masih ingat  kapan pertama kali kamu jatuh  cinta kepada Yesus?

Mencintai Dia dengan segenap hati dan kekuatan kita adalah langkah yang paling tepat karena di dalam Dia ada keselamatan dan kehidupan kekal. Cobalah kita merenung sejenak dan ingatlah hal – hal terbaik yang pernah kita lakukan ketika pertama kali jatuh cinta kepada Yesus. Untuk mengharapkan kehadiran-Nya tidak harus menyimpan foto atau atribut tentang Yesus. Tanpa perantara benda – benda tersebut, Ia akan selalu hadir dalam hidup kita, karena Dia Maha Hadir (omni present). Kehadiran-Nya akan membawa kita ke dalam hidup yang berkemenangan dari setiap tantangan dan ujian iman yang ada dalam perjalanan hidup kita. Yang perlu direnungkan, Apakah kehadiran-Nya telah mendapat tempat yang terbaik dalam diri kita ?
Jika kita mengatakan bahwa kita mencintainya, sudahkah kita memberikan sesuatu yang khusus bagi Dia? Biarlah setiap hari kita belajar untuk memberikan segenap hati dan jiwa kita sebagai persembahan khusus bagi Tuhan, hal yang kita lakukan atas dasar cinta .
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan Daku.- Amsal 8:17


Doa : 
Bapa, semua yang terjadi dalam hidup kami adalah rancanganMu, dan kami mengucap syukur atas anugerah terindah dalam hidup kami karena Engkau memberikan seseorang yang dengan tulus dan setia selalu mencintai  kami yang apa adanya. Kami percayakan kehidupan kami selanjutnya hanya kepadaMu dan hanya untuk kemuliaanMu. Kami mencintai Engkau Yesus lebih dari apapun juga amien

___________________
oleh : Alia

share this with your Friends.

0 comments:

Posting Komentar

 

©Copyright 2011 Renungan Harian Kristen | TNB